![]() |
| KELUHKAN - Petani jagung keluhkan turunnya harga jagung dari Rp6.000 menjadi Rp3.000 per kilogram |
Meski begitu, para petani berharap ada deregulasi patokan harga jagung dari pemerintah daerah Kendal yang menjadi rujukan harga petani dalam melakukan transaksi penjualan atas komoditas jagung. Sehingga, petani jagung dapat menikmati keuntungan hasil panen.
“Deregulasi harga bagi kami para petani perlu mas. Namun, yang terjadi saat ada komunitas pertanian harganya turun tak ada campur tangan pemerintah. Kami semua, hanya pasrah sama kondisi, jika harga turun, ya bagaimana lagi, terpaksa hasil pertanian dijual dengan harga yang ada tersebut. Kalau dikata rugi, ya, jelas rugi. Tapi kami juga butuh uang untuk kelangsungan hidup keluarga,” kata Khaerun, petani warga Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, saat ditemui radarpekalongan.com, disela-sela menjemur jagung hasil panen, Jumat (26/2).
Diungkapkan, turunnya harga jagung sudah terjadi pada awal Februari. Padahal akhir Desember 2015, harga jagung pada tingkat petani masih terbilang tinggi, sebesar Rp 6.000 perkilogramnya.
“Sebelum masa panen harga jagung masih bagus. Tapi kini turunnya kebangetan. Kami kawatir, ketika puncaknya masa panen harganya bisa turun lagi jadi Rp 2.000 perkilogram. Kalau sampai itu terjadi, kerugian besar tentu siap-siap akan menghantui petani,” ungkap dia yang tahun ini menanam jagung di lahan seluas satu hektar tersebut.
Dia berharap, ada campur tangan pemerintah daerah dalam menentukan harga hasil pertanian. Dengan begitu, akan menjawab kekawatiran petani akan mengalami kerugian dalam setiap melakukan panen raya.
Menurutnya, besaran harga jagung kering yang sesuai dan masih bisa memberikan cukup keuntungan bagi petani, sebesar Rp 4.000-Rp 4.500 per kilogramnya.
Hal senada diungkapkan petani lain, Juwari. Kata dia, pengalaman sebelumnya jagung turun saat panen raya tidak hanya terjadi satu kali. Melainkan bisa sampai dua tiga kali. Dengan turunnya harga jagung seperti yang terjadi saat ini, petani yang paling terkena dampak kerugianya. Untuk itu, ia berharap ada peran serta pemerintah dalam menstabilkan harga jagung di kalangan petani pada saat panen raya.
“Petani kecil seperti saya ini tentu kena dampaknya akibat harga jagung turunya tajam. Tidak tahu, apa ini ada permainan para tengkulak atau tidak. Yang jelas kami ingin tetap bisa nikmati keuntungan dan berharap pada pemerintah bisa perlindungan terhadap harga panen, sehingga petani bisa sejahtera,” imbuh dia.
Sumber : radarpekalongan.com
home
Home
Post a Comment
Kritik dan Saran akan kami terima demi kemajuan "Tribun Pantura"